Saturday, December 22, 2012

Cara Memotivasi Anak Agar Rajin Sekolah : Pendidkan Anak

Sekolah akan memberikan pengalaman baru bagi anak . Mereka sekolah bukan karena kegiatan akademiknya, namun banyaknya teman, permainan, dan mainan, serta lingkungan yang berbedadengan rumahnya. Di sekolah, anak serasa menemukan dunia baru. Lantas, bagaimana memamfaatkannya untuk memotivasi anak agar rajin sekolah ?

Ketika Mendadak Malas

Mungkin inilah permasalahan yang sering ditemui bunda. dengan usianya yang masih dini, emosi sikecil masih labil. Ia pun sering menyepelekan pentingnya sekolah. Disinilah bunda bisa membujuknya dengan beraneka kesengan yang ada di sekolah. Mulai banyaknya permainan disekolah, asyiknya bercanda dengan teman sekelas, atau serunya bernyanyi bersama.

Ingat, memaksa anak dengan cara yang keras tidak akan menyelesaikan masalah, mungkin hanya berhasil di hari itu saja., namun akan kembali terulang keesokan harinya.

Tidak Mau Mengerjakan PR

Meskipun masih balita, namun daya imajinasi si anak luar biasa. Dia bisa aja mengarang banyak alasan hanya untuk tidak mengerjakan PR yang diberikan guru di sekolah. Katakan " Apa adik nggak malu kalau teman - teman lain mengerjakan, tapi adik tidak ? nanti kalu di ketawain teman - teman  atau di marahi bu guru gimana ?"

jika anak tidak mengerjakan karena alasan tidak bisa, maka disinilah peran bunda untuk membimbingnya. Tapi ingat, jangan terlalu banyak membantu. Coba biarkan dia mengerjakan sendiri dengan memberi beberapa clue jawaban.

Takut Lingkungan Baru

Ruangan yang besar, banyak wajah baru atau takut beradaptasi memang menjadi momok bagi anak untuk pergi sekolah, apa lagi jika ini moment pertamanya menginjak bangku sekolah.

Sebaiknya, beberapa hari sebelum masuk sekolah, ajak sikecil berkeliling kesekitar lokasi sekolah. Perkenalkan padanya seluruh seluk beluk lingkungan sekolah. sempatkanlah mampir keruang guru dan perkenalkan kepada guru - guru yang nantinya akan mengajar di kelasnya. minimal luangkanlah sekitar 15 menit untuk sikecil berbincang dengan gurunya.

Suka Menangis Di Kelas

Lingkungan baru kerap membuat anak tidak percaya diri. akibatnya, setiap melakukan kesalahan atau menjadi korman usil, si anak lebih mudah untuk menangis.

Jika terjadi, ajak sianak sharing pengalamanya disekolah. hindari pertanyaan " Bagaimana Tadi Di Sekolah ? " bulah permainan, agar dia lebih tertarik bercerita. Sebagai contoh, minta dia memberi nilai terhadap hari yang dilalui ( misal antara 1 - 5 ) dan tanyakan mengapa dia memberi nilai tersebut sehingga pembicaraan semakin berkualitas dan sianak akan semakin termotivasi untuk jauh lebih mandiri.

Terlibat Kegiatan Sekolah

Dengan melibatkan diri pada kegiatan si anak yang diadakan disekolah, bunda telah menunjukkkan dukungan dan antusia terhadap pengalaman belajarnya. Si anak akan termotivasi untuk kesekolah untuk setelah melihat ketertarikan bunda pada kegiatannya di sekolah.

Bunda dapat berpartisipasi pada bazaar sekolah, untuk mengikuti acara kesenia atau darmawisata. Berpartisipasi juga memudahkan bunda berkomunikasi denagn guru, karyawan sekolah, maupun sesama orang tua murid mengenai perkembangan belajar dan lingkungan pergaulan si anak.

No comments:

Post a Comment