Tuesday, December 11, 2012

Apakah Yang dimaksud Dengan Air Hidup Yang Oleh Tubuh Kita ? Safety Google


Pada awalnya semua air itu hidup. Air adalah darah dari bumi. Air memiliki energi hidup sendiri, dan jika air mati, bumi kita juga mati. Air mempunyai peran yang luar biasa di alam, karena air merupakan KUNCI untuk kelangsungan hidup semua yang ada di alam, maka bisa dipastikan bahwa air adalah organisme hidup dan karena itu harus diperlakukan seperti itu. Ini berarti hanya dengan penyaringan kotoran, TIDAK akan memberikan kehidupan kembali pada air mati, tetapi ‘ibu alam’ mengajarkan kepada Viktor Schauberger (penemu teknologi vortex dari Austria) bagaimana cara alam merevitalisasi air agar hidup kembali; yaitu melalui air mengalir secara alamiah di sungai yang memproduksi pusaran banyak (tidak hanya pusaran tunggal), berputar-putar dan melingkar dengan gerak khas spiral, kemudian mengalami transformasi energi diamagnetik dengan batuan atau kristal, saling berinteraksi satu sama lain untuk memurnikan dan memberi energi pada air.

Salah satu keunikan air adalah memiliki kemampuan untuk menarik dan mengumpulkan bio-energi. Dalam hal ini juga menyimpan memori getaran energi berbahaya atau bermanfaat yang diterima di masa lalu. Ini adalah dasar dari homeopati. Air yang diklorinasi (termasuk penambahan bahan kimia lainnya pada pengolahan air) menjadi tercemar dengan bahan kimia non-biologis dan memilikki jejak energi negatif. Air seperti ini tidak memiliki bio-energi, sehingga dapat dianggap sebagai 'air mati'. Air yang terkontaminasi bisa disaring, disuling atau diolah dengan reverse osmosis, namun tetap mati kecuali jika kemudian ada energi untuk membuatnya menjadi 'air hidup’ (living water). Air yang tercemar atau mati bisa memberikan kontribusi pada penurunan kesehatan kita, sebaliknya ’air hidup’ (living water) adalah salah satu penyembuh terbesar. Dalam air kita dapat melihat tidak hanya penyakit tetapi juga obat jika kita bersedia untuk mempelajari dari Alam.

Menurut Dr. Wolfgang Ludwig (ilmuwan Jerman, bapak terapi magnet dengan dasar Schumann Resonance), air yang sekali terkena polutan atau tercemar menjadi ’air mati’. Fasilitas pembuangan limbah yang paling intensif dan sistem pengolahan air yang modern sekali pun tidak bisa menghidupkan kembali air yang sudah mati. Lebih lanjut Dr. Wolfgang Ludwig mengatakan, hanya air hidup yang berguna untuk bentuk kehidupan; yang sama sekali berbeda dari sekedar hanya air minum, yang bebas kuman atau air di mana bahan pencemar belum melampaui ambang batas. Setelah pemurnian air (karbon filtrasi, reverse osmosis, ozonisasi, radiasi uv, dll), perlakuan kimia, atau bahkan distilasi, 'frekuensi elektromagnetik polutan ' masih ada pada ‘memori air’ dan dapat ditransfer ke tubuh manusia. Frekuensi ini dapat diukur untuk setiap kontaminan yang teridentifikasi sebelum dan sesudah sistem pengolahan air konvensional: hasilnya adalah meskipun pencemaran fisik dapat dihilangkan, tetapi frekuensi berbahaya mereka masih ada dan dapat merusak atau merugikan kesehatan setiap organisme hidup. Bukan hanya senyawa kimia yang berpengaruh pada tubuh ketika Anda minum air, tetapi frekuensi yang tidak diinginkan juga berpengaruh. Hanya dengan melakukan restrukturisasi air kita dapat menghapus memori frekuensi polutan berbahaya yang merusak dan mengembalikan kelimpahan biophoton dalam air.

Bagaimana dengan Vortex Water?

Vortex Water merupakan ‘living water’ atau ’air hidup’, karena mlekul air Vortex sudah direvitalisasi dengan teknologi vortex plus teknologi kuantum berupa tambahan bioenergi pada frekuensi 7,8 Hz (sesuai dengan Schumann Resonance 7,83 Hz), sehingga air kembali pada kondisi "Air Hidup" dan sekaligus berperan meningkatkan "energi hidup" Anda.


Vortex Water dihasilkan dari sebuah konsep revolusioner pada pengolahan air dengan mempelajari langsung dari ‘Ibu Alam’. Ia melakukan jauh melampaui dari setiap sistem filtrasi, penyulingan, sistem reverse osmosis atau sistem pengolahan air yang pernah ada. Konsep ini diadopsi dari cara ‘Ibu Alam’ menghasilkan energi sendiri di dalam air. Salah satu hasilnya adalah kemampuan air membersihkan diri kembali dan air direstrukturisasi pada tingkat molekuler. Hanya dengan melakukan restrukturisasi air dapat menghapus ‘memori’ yang merusak dan memulihkan kelimpahan biophoton-nya. Dengan demikian akan dihasilkan air yang hidup (living water) dan sehat kembali.

No comments:

Post a Comment